Ahok masih tangguh, walaupun diterpa berbagai isu


Pasangan calon gubernur urutan satu (ahok dan djarot) berada diperingkat teratas, pada pemilihan gubernur DKI jakarta berdasarkan hasil perhitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei indonesia. Debat terbuka yang dilakukan pasangan ini memberikan pengaruh terhadap padangan para pemilih.

Pengamat Politik Universitas islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto mengatakan "Ketika debat terbuka berlangsung ahok menunjukan bukti dan hasil yang gampang di cerna masyrakat, sehingga mempengaruhi pandangan calon pemilih".

Seperti yang diketahui sebelum pencoblosan berlangsung. Trend suara untuk pasangan ahok dan djarot menurun drastis. Apalagi ketika kasus penistaan agama yang menjadikan ahok sebagai terdakwa, menyebabkan polemik dimasyarakat.

Gun gun menilai pemilih di ibukota lebih cenderung berpikran rasional, walaupun masih ada calon pemilih yang mempertimbakan calon berdasarkan suku dan agama.

Menurutnya dalam kurun waktu bulan september hingga desember. Bebagai isu menerpa pasangan nomor urut dua, yang menyebabkan elektabilitas ahok menurun. Akan tetapi Strategi politik yang digunakan pasangan ini cerdas sehingga mendongkrak kembali popularitas suara mereka.

Sedangkan Untuk pasangan nomer satu agus dan silvi. Berdasarkan hasil perhitungan cepat pasangan ini mendapatkan jumlah suara paling sedikit. Hal ini disebabkan oleh masalah yang menyangkut Pak SBY sendiri. Ujar direktur Lembaga Riset Voxpol Centre, pangi Syarwi Chaniago.

"SBY Suka melakukan manuver politik ketika proses pilkada DKI jakarta sedang berlangsung. Hal ini tidak membuat elektabilitas pasangan no urut 1 ini naik, justru sebaliknya manuver yang dilakukan SBY menyebabkan tren suara mereka merosot", ujar Syarwi usai quick count selesai di Hotel four seasons,Kuningan, Jakarta kamis kemarin.

Selain itu ia juga mengatakan, kasus yang melibatkan SBY dengan Antasari merupakan salah satu faktor lainnya yang mnyebabkan pasangan anies dan sylvia.
BAGIKAN :