Apa Tanggapan media internasional, tentang pilkada DKI jakarta ?



Media internasional memberikan tanggapan mengenai pilkada DKI Jakarta 2017. Media internasional menilai ini merupakan  ujian bagi indonesia terhadap toleransi dalam beragama dan pluralisme.

Surat kabar New York Times, yang bermarkas Di Amerika Serikat. Menuliskan Putaran kedua dalam pilkada DKI Jakarta  Merupakan sebuah ujian terhadap toleransi antar umat beragama di indonesia.

Media Paman Sam ini menuliskan,"Berbeda dengan era Demokrasi sebelumnya, walaupun kampanye Pilkada Dki sering dikaitkan  dengan isu - isu agama dan suku. Faktor pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan transportasi umum sertya peningkatan  pembangunan infrastruktur memnjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi calon pemilih".

Bukan hanya New York Times yang memberikan tanggapan tentang pilkada Ibu kota. Statusiun TV CNN internasional juga  memberikan tanggapan terhadap pilkada ini, yang menyiarkan tentang pengaruh Pilkada DKI jakarta yang bis mengubah  indonesia.

CNN beranggapan, Persaingan yang terjadi antara Basuki T Purnama (ahok) dengan dua pasang cagub lainnya yang beragama islam, berdampak timbulnya pertanyaan apakah masyarakat indonesia notabenenya beragam islam memiliki pandangan yang moderat ?. CNN juga mengungkapkan, Hasil Pilkada kali ini menjadi gambaran sosok presiden indonesia mendatang.

Hal senada juga disampaikan media ARD Startseite dari german. Pada sebuah laporan yang berjudul "AKHIR TOLERANSI?", dalam laporan ini tertulis,"selama ini masyarakat indonesia menjadi salah satu negara islam yang memiliki toleransi. Akan tetapi kasus persidangan terhadap ahok yang diduga menistakan agama, menunjukan adanya gesekan dan pengaruh dari massa yang radikal. Sehingga Pilkada kali ini menjadi sujian terhadap toleransi umat beragama".

Tidak ketinggalan sorotan media dari negara tetangga, singapore. The Straits Times menilai, pemilihan calon gubernur DKI jakarta merupakan perang perwakilan diantara masing-masing 3 pasangan politik. Hal ini dikarena masing-masing calon gubernur memiliki tokoh-tokoh politik yang kuat dalam mendampingi mereka. Ahok sendiri didukung sepenuhnya oleh partai PDI-P, dimana partai ini merupakan partai dari sang presiden sendiri. Sedangkan lawannya agus - sylvia didukung oleh manta presiden Susilo Bambang yudhoyono, begitu pula dengan pasangan calon nomor 2 mendapatkan dukungan dari partai Gerindra dan Prabowo
BAGIKAN :